Menjadi chef yang sukses..

Halo gys selamat malam..kembali lagi nihhh sama akuu. Disini aku mau bagi tips nih gimana sih caranya jadi chef biar sukses kayak chef renataa hehehe..aku ngefans banget ..stay tune ya gysss. .

Chef. Apa yang terfikirkan oleh kamu jika mendengar kata itu? Hahaha tepat sekali, pasti itu berhubungan dengan makanan. Waah jadi lapar saya.. 

Selain itu, apa yang kamu bayangkan jika mendengar kata Chef itu? Apakah Seorang pria gagah yang berpakaian putih dengan celana hitam atau putih kotak-kotak kecil serta memakai topi tinggi dan menjadi raja sebuah dapur, yang kehadirannya biasa kamu jumpai di sebuah hotel berbintang lima ataupun bintang banyak atau restoran ‘kelas kakap‘sekalipun?

Dahulu, istilah Chef mungkin tidak terlalu lekat dengan keseharian masyarakat, hanya kalangan tertentu saja yang ‘kenal‘ dengan Chef, apalahi mereka yang berkantong tebal. Karena merekalah yang biasa menikmati santapan ataupun hidangan lezat di hotel atau restoran mewah.

Hingga saat ini, banyak acara di Televisi yang menyuguhkan acara masak-memasak baik itu yang sudah senior ataupun versi juniornya. Berkat banyaknya bermunculan acara masak di televise tersebut, istilah Chef mulai terasa lekat di masyarakat umum. Meski pada kenyataan yang ada tidak semua pembawa acara kuliner adalah seorang Chef. 

Sebelum saya membahas lebih jauh tentang Bagaimana menjadi chef yang professional, maka terlebih dahulu alangkah baiknya jika kita mengetahui dengan seksama Chef itu seperti apa sih?

Sebenarnya apa sih Chef itu? Penasaran-penasaran?? Oke check this out.

Sebenarnya sih kata Chef diambil dari bahasa Perancis, yang dalam Bahasa Inggrisnya berarti Chief atau Leader. Dalam bahasa Indonesia berarti pimpinan.

So, tidak setiap Chef adalah Kepala Juru Masak. Sebagai contohnya adalah Chef de Police yang artinya adalah Kepala Polisi. Contoh lainnya adalah Chef de Beuro atau Kepala Biro arti dalam Bahasa Indonesia. Dengan begitu, bisa dikatakan setiap pimpinan di Perancis itu namanya Chef. Tergantung bidang dan profesi apa yang di gelutinya itu.

Kalau Kepala Juru Masak? Kepala Juru Masak adalah Chef de Cuisine atau Chef de Patisserie untuk Chef Pastri. Di dapur pun ada yang namanya Chef de Partie (CDP) atau Kepala Bagian. Tergantung dapur yang ia pimpin tersebut. Chef De Partie ini juga bukan hanya di dapur, tetapi bisa juga dia adalah Kepala Bagian yang lainnya.

Jadi Chef itu sampai sekarang dikenal sebagai Juru Masak atau di Indonesia biasa disebut dengan Koki. Dengan keahlian yang super duber waow pada masalah masak memasak, nah orang itu yang biasa disebut CHEF. 

Mengapa sih harus Perancis?

Kalau dipikir-pikir kenapa sih namanya harus Chef ya, dan bukan Chief saja? Terus kenapa yang digunakan adalah istilah bahasa Perancis? Jawabannya sih sederhana, karena Perancis merupakan kiblat kuliner di seluruh dunia. Negara ini punya sejarah panjang dalam hal kulinari, lebih dari 500 tahun yang lalu. Perancis adalah negara pertama yang menyebarkan para Chef-nya, baik dengan sengaja maupun tidak sengaja.

Di samping itu, terminolgi di dapur kebanyakan juga menggunakan Bahasa Perancis sebagai pengantar. Misalnya brunois (baca: brunoas, yang artinya potongan sayuran kotak-kotak kecil dengan ukuran 2 mm x 2 mm x 2 mm), Mire Poix (kumpulan sayur-mayur tertentu yang fungsinya sebagai aroma dalam pembuatan masakan), atau Bouquet Garny (kumpulan rempah-rempah yang diikat atau dibungkus dengan kain, untuk cita rasa).

Sebenarnya sih hidangan ala Perancis pun telah terpengaruh oleh negara dan bangsa lain. Pengaruh yang paling kental adalah dari Italia. Menurut sejarah, pada abad 15-16 seorang puteri bangsawan dari Florence, Itali, menikah dengan Raja Henri dari Perancis. Puteri inilah yang membawa serta memperkenalkan teknik memasak dari Italia ke Perancis. Di samping itu, kulinari Perancis pun ikut mendapat pengaruh dari negara-negara yang di taklukkannya.

Menurut Amy B Trubek, seorang mahasiswi dari Universitas Pensylvania Amerika Serikat dalam tesisnya untuk mendapat gelar Doktor. Perancis sudah mulai membuat serta menyebarkan buku dan teknik-teknik memasak sejak beberapa abad yang lalu. Maka dari itu tak heran jika pamornya di dunia kuliner pun sudah sangat kuat. Perancis juga melakukan pendokumentasian yang bagus. Selain itu yang paling penting adalah dukungan penuh dari Pemerintah Perancis.

Hingga kini, belum ada negara lain yang mampu menyaingi Perancis sebagai ‘kiblat’ nya kuliner di dunia. Dengan menguasai teknik pengolahan makanan Perancis, akan lebih mudah bagi seorang calon juru masak untuk mengolah hidangan dari negara lain.

China merupakan Perancis-nya Asia

Sekarang kita beralih dari Perancis. Karena kita berada di wilayah Asia, tahukan kamu salah satu Negara di Asia yang seperti Perancis? Yups, di Asia, China-lah jawaranya. Diakui oleh beberapa ahli dalam buku Professional Chef yang diterbitkan olah Culinary Institute of America (CIA), Cina merupakan satu-satunya negara yang variasi masakan dan makanannya bisa menyaingi Perancis. Waow….. 

Lho tapi, kenapa kok bukan China sih yang menjadi “kiblat” masakan di dunia? Seperti yang telah kita ketahui Cina adalah merupakan negara yang mempunyai kebudayaan yang sangat tua. Tapi sayangnya kuliner Cina hanya berkembang di kalangan istana.

Bisa dibilang tidak keluar dari tembok-tembok istana di China. Dan, kalaupun kulinernya keluar dari area China pun, hanya sebatas makanan kelas bawahnya saja. Makanan kelas atas tetap hanya menjadi ’rahasia’ bagi para keluarga kerajaan dan bangsawan saja. Pokoknya China ‘secret’ gitu kalau masalah makanan kelas atas.

Asia Tenggara pun mempunyai Perancis juga lho..

Untuk wilayah Asia Tenggara, pusat kuliner atau kiblat kuliner saat ini adalah Singapura. Sebuah negara kecil yang terletak tidak jauh dari negara kita kita tercinta Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena dukungan yang kuat dari pemerintah Singapura yang menyadari bahwa mereka tidak punya apa-apa untuk dijual, tapi mereka punya kemauan yang kuat untuk mengubahnya. Mereka pun menyadari minimnya Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diperkuatlah Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

Dan tentu saja hal ini tidak bisa dilakukan hanya dalam semalam saja. Cukup waktu yang cukup lama pada prosesnya. Nah bagaimana dengan Indonesia? Walaupun masih tertinggal, namun pada saat ini pengembangan masakan dan makanan Indonesia cukup menggembirakan.

Apa lagi setelah salah satu Televisi swasta menayangkan acara Allez Cuisine, baru terbukalah mata orang awam bahwa Chef itu bisa menjadi sebuah profesi yang bisa dibilang menjanjikan. Terungkaplah kenyataan bahwa bekerja di dapur bukan monopoli wanita saja, seperti yang selama ini terjadi di sebagian besar dapur rumah tangga masyarakat.

Indonesia kini masih harus bekerja keras, dukungan pemerintah adalah mutlak. Masih banyak orang Indonesia yang bersikeras untuk mengejar gelar sarjana, baik itu S1, S2 hingga S3, pokoknya kalau belum sarjana itu belum manteb.  Pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan masih dipandang sebelah mata, walaupun mulai beberapa tahun yang lalu Indonesia sudah banyak berubah.

Sebagai contohnya, peminat kulinari di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, sudah mulai ada peningkatan secara signifikan terhadap mata kuliah Pengolahan Makanan (Food Production). Dan, sekolah tinggi ini pun  juga mempunya sebuah klub memasak yaitu TCC atau Trisakti Culinary Club yang para anggotanya adalah para mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang mempunyai minat di bidang Kulinari.

Di Yogyakarta pun kini jika kamu mulai berjalan-jalan memutari Jalan-jalan di kota Yogyakarta ini banyak yang menyajikan berbagai macam makanan. Dari makanan di era 90an sampai makanan modern pun ada di Yogyakarta.

Selain itu, jika kamu berkunjung ke tempat-tempat Wisata yang ada di Yogyakarta, tidak sedikit di sekitar tempat Wisata tersebut yang menyuguhkan aneka makanan khas dari daerah tersebut. Jangan salah men, selain kebudayaan, Yogyakarta pun terdiri dari sesuatu hal yang unik-unik, terutama dalam masalah makanannya. 

Kiat Sukses Menjadi Chef Profesional

Untuk menjadi seorang Chef, ada banyak jalur yang dapat kamu tempuh. Pada jenjang sekolah tinggi, paling tidak, bisa melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan tata boga atau jurusan perhotelan. Untuk yang lebih tinggi lagi, kamu bisa bergabung dengan akademi-akademi perhotelan atau Sekolah Tinggi Pariwisata. Tentunya lulusannya tidak langsung serta merta mendapatkan gelar Chef, kecuali setelah lulus langsung membuka usaha restoran dan menjadi Chef-nya pada restoran tersebut.

Nah bagi kamu yang hobi atau pun suka memasak dan juga kamu yang baru belajar masak, berikut ini akan saya uraikan tentang kiat-kiat sukses agar menjadi Chef yang Profesional. Check this out.

I Made Witara, Executive Chef Yogyakarta Plaza Hotel atau akrab disapa Made kali ini ingin berbagi tips yang dapat dicoba bila kamu tertantang ingin menjadi seorang chef  yang  profesional. Selain itu saya juga menambahkan beberapa tips dari berbagai sumber. Apa saja sih tipsnya itu?

Terjun langsung ke lapangan

Untuk menjadi seorang chef  yang hebat, hal yang perlu kamu lakukan adalah kamu perlu terjun memasak secara langsung ke lapangan bersama profesional lainnya. Kenyataan yang ada di lapangan dengan dunia sekolah ataupun kampus jauh sangat berbeda. Apabila kalau hanya belajar resep di buku, jangan berharap impian yang selama ini kamu idam-idamkan yaitu menjadi chef  yang hebat akan tercapai.

Bergaullah dengan Para Chef Senior

Cara ini sudah dibuktikan oleh beberapa chef  profesional dan hasilnya sangatlah berpengaruh positif terhadap keterampilan memasak mereka. Kamu akan memperoleh banyak ilmu baru dengan bergaul bersama para professional tersebut.

Jika kamu bergaul dengan mereka atau syukur-syukur bisa menjadi teman mereka, kamu juga dapat belajar teknik memasak dan resep baru yang belum pernah kamu peroleh sebelumnya. Kalau sama teman sendiri kan enak, tidak ada rasa canggung yang berlebihan walaupun teman kamu itu adalah seorang Chef Profesional.

 

Demikian juga William Chandra, sebagai lulusan terbaik sekolah tersebut, pria yang sempat menyelesaikan pendidikan di NHI Bandung itu memiliki kesempatan berkarier sebagai koki di The Ritz Carlton Millenia Singapura.

Menjadi seorang chef billy itu bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan jika kamu mampu untuk memiliki kemampuan dalam mendalaminya dengan baik. Menjadi seorang Chef Profesional juga akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri dalam diri kamu. Selain itu ada juga rasa bangga yang akan kamu rasakan nantinya karena kamu bisa menciptakan sebuah makanan yang lezat dan bisa dinikmati oleh banyak orang.

Pokoknya kamu akan mempunyai kebanggaan tersendiri deh. Saat ini, chef tidak hanya didominasi oleh wanita saja, namun ada juga kaum pria yang menjalani profesi yang satu ini. Kembali lagi kepada niat awal kamu, jika dalam hati kamu memang memiliki niat yang tulus untuk mendalami hal ini, maka tidak ada hal yang mustahil yang tidak bisa kamu capai.

Okay gys segitu dulu ya informasi dari aku … Selamat malam gysss :* semoga Bermanfaat yaaa .. byebyeeee

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started