Be yourself; Everyone else is already taken.
â Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. Iâm just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
â Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. Iâm just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Okaay…selamat malam gyss :* kembali lagi nih di blognya aku. Nah sekarang nih aku mau ngasi tau kalian apakah bali itu masih bisa bersaing di bidang pariwisata? Atau sekarang sedang bersaing? Atau bagaimana?
Yuk … Simak terus blog dari aku sty tune gysss đ
Bali identik dengan pantai. Pasirnya yang putih, air yang jernih serta penduduknya yang ramah menjadi daya tarik utama Pulau Dewata ini. Hanya saja Bali kini sudah ‘semakin besar’ dalam hal wisata.
Bali tak lagi hanya mengandalkan wisata pantainya yang indah. Head of Tourism Marketing Division Dinas Pariwisata Bali, Nyoman Wardawan mengungkapkan, Bali punya segudang inovasi dan strategi untuk menggaet turis.Â

Sebenarnya spiritual tourism ini sudah digagas sejak 2010 lalu, dan sampai saat ini masih dikembangkan.”
Dalam wisata spiritual ini, wisatawan diajak untuk menelusuri beragam aktivitas yang lebih religius. Untuk menikmati suasana religius khas Hindu, wisata ini dilakukan pada malam hari.
“Bali memang punya aura religi. Ini terlihat pada kehidupan sehari-hari penduduknya,” kata dia.
Nyoman mengatakan, berbagai aktivitas yang mendukung kegiatan spiritual tourism di Bali pun semakin banyak digelar. Peminatnya pun juga tak sedikit.
Beberapa contoh yang dimaksud Nyoman misalnya upacara perayaan keagamaan Hindu, upacara pembakaran mayat (ngaben) sampai festival yoga, meditasi juga ragam tarian.
“Acara festival spiritual ini banyak dilakukan di kawasan Bali Utara,â sebut Nyoman.
Selain spiritual tourism, Bali kini juga sedang mengembangkan sport tourism. Namun sport atau olahraga yang dimaksud adalah olahraga tradisional. Mepantingan atau gulat lumpur adalah salah satu wisata olahraga yang ingin dipopulerkan ke kalangan wisawatan

Nyoman mengatakan, wisata olahraga ini juga akan sekaligus memperkenalkan kebudayaan dan spiritual sekaligus. “Sebelum mulai mepantingan, akan ada upacaranya dulu, kemudian ada gamelannya. Setelah itu baru mulai gulat lumpur,” ucap dia.
Nyoman menambahkan bahwa, Bali sebenarnya punya segalanya, sebagai sebuah kawasan wisata. Dari wisata pantai di Kuta dan Sanur, wisata religi di Bali Utara, sport tourism di Gianyar sampai wisata alam asli desa wisata di kawasan Tabanan.
Berbagai inovasi dunia wisata Bali ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Tak dimungkiri, Bali memang punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Kondisi ini memang akan menambah nilai kunjungan wisata nasional.
Anggaran Pengembangan Wisata Capai Rp120 Miliar
Inovasi Bali ini merupakan sebuah jawaban atas tantangan pemerintah pusat.
Kepala Bidang Perjalanan Wisata Pengenalan Kementerian Pariwisata Taufik Nurhidayat mengungkapkan, hal-hal baru untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Bali ini, menjadi tugas bagi pemerintah provinsi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penambahan subsidi pariwisata pemerintah pusat kepada provinsi.
“Anggaran pariwisata Bali sekarang ini ditambah menjadi Rp120 M tapi bukan dalam bentuk tunai. Semuanya digunakan untuk peningkatan promosi,” kata Taufik saat Business Gathering Tour Operator di Novotel, Bali, pekan ini.
“Tahun ini Bali ditargetkan untuk menarik empat juta wisawatan.”
Selain untuk tetap mempertahankan popularitasnya sebagai lokasi populer di Indonesia, strategi dan inovasi Bali ini juga digunakan untuk memperkenalkan kota lain di Indonesia. Bali adalah bagian tak terpisahkan dari pariwisata Indonesia. Diibaratkan, Bali bisa menjadi pintu gerbang untuk pariwisata Indonesia.
Baik Nyoman dan Taufik sama-sama setuju bahwa langkah inovasi wisata Bali ini bisa menjadi sebuah peluang besar untuk memperkenalkan daerah lainnya di Indonesia.
“Agak sulit kalau tahu-tahu wisatawan asing ‘disuruh’ untuk langsung wisata ke daerah lain di Indonesia. Merek belum tentu tahu dan mau, karena mereka tahunya Indonesia adalah Bali,” kata Taufik.
“Maka, kita buat dulu mereka masuk ke Bali. Setelah masuk baru kita perkenalkan dengan wisata di daerah lainnya. Itu akan lebih mudah untuk mereka.”
Menambahkan ucapan Taufik, Nyoman juga mengatakan bahwa sekalipun Bali sudah populer di kalangan wisatawan, namun Bali tak bisa sendirian mengangkat dan mewakili pariwisata Indonesia.
“Wisata Indonesia bukan cuma Bali. Semua kota punya potensi wisatanya masing-masing, tak kalah indah dari Bali. Dan semuanya harus saling mendukung untuk membuat wisata Indonesia lebih kuat dan dipandang dunia,” kata Nyoman.




Okay gysss segitu dulu yaa informasi dari akuuu… Mohon maaf jika ada yg tidak berkenan.. aku pamit dulu gysss byebyeeeeđ
Halo gys selamat malam..kembali lagi nihhh sama akuu. Disini aku mau bagi tips nih gimana sih caranya jadi chef biar sukses kayak chef renataa hehehe..aku ngefans banget ..stay tune ya gysss. .
Chef. Apa yang terfikirkan oleh kamu jika mendengar kata itu? Hahaha tepat sekali, pasti itu berhubungan dengan makanan. Waah jadi lapar saya..
Selain itu, apa yang kamu bayangkan jika mendengar kata Chef itu? Apakah Seorang pria gagah yang berpakaian putih dengan celana hitam atau putih kotak-kotak kecil serta memakai topi tinggi dan menjadi raja sebuah dapur, yang kehadirannya biasa kamu jumpai di sebuah hotel berbintang lima ataupun bintang banyak atau restoran âkelas kakapâsekalipun?
Dahulu, istilah Chef mungkin tidak terlalu lekat dengan keseharian masyarakat, hanya kalangan tertentu saja yang âkenalâ dengan Chef, apalahi mereka yang berkantong tebal. Karena merekalah yang biasa menikmati santapan ataupun hidangan lezat di hotel atau restoran mewah.
Hingga saat ini, banyak acara di Televisi yang menyuguhkan acara masak-memasak baik itu yang sudah senior ataupun versi juniornya. Berkat banyaknya bermunculan acara masak di televise tersebut, istilah Chef mulai terasa lekat di masyarakat umum. Meski pada kenyataan yang ada tidak semua pembawa acara kuliner adalah seorang Chef.
Sebelum saya membahas lebih jauh tentang Bagaimana menjadi chef yang professional, maka terlebih dahulu alangkah baiknya jika kita mengetahui dengan seksama Chef itu seperti apa sih?
Sebenarnya apa sih Chef itu? Penasaran-penasaran?? Oke check this out.

Sebenarnya sih kata Chef diambil dari bahasa Perancis, yang dalam Bahasa Inggrisnya berarti Chief atau Leader. Dalam bahasa Indonesia berarti pimpinan.
So, tidak setiap Chef adalah Kepala Juru Masak. Sebagai contohnya adalah Chef de Police yang artinya adalah Kepala Polisi. Contoh lainnya adalah Chef de Beuro atau Kepala Biro arti dalam Bahasa Indonesia. Dengan begitu, bisa dikatakan setiap pimpinan di Perancis itu namanya Chef. Tergantung bidang dan profesi apa yang di gelutinya itu.
Kalau Kepala Juru Masak? Kepala Juru Masak adalah Chef de Cuisine atau Chef de Patisserie untuk Chef Pastri. Di dapur pun ada yang namanya Chef de Partie (CDP) atau Kepala Bagian. Tergantung dapur yang ia pimpin tersebut. Chef De Partie ini juga bukan hanya di dapur, tetapi bisa juga dia adalah Kepala Bagian yang lainnya.
Jadi Chef itu sampai sekarang dikenal sebagai Juru Masak atau di Indonesia biasa disebut dengan Koki. Dengan keahlian yang super duber waow pada masalah masak memasak, nah orang itu yang biasa disebut CHEF.
Mengapa sih harus Perancis?
Kalau dipikir-pikir kenapa sih namanya harus Chef ya, dan bukan Chief saja? Terus kenapa yang digunakan adalah istilah bahasa Perancis? Jawabannya sih sederhana, karena Perancis merupakan kiblat kuliner di seluruh dunia. Negara ini punya sejarah panjang dalam hal kulinari, lebih dari 500 tahun yang lalu. Perancis adalah negara pertama yang menyebarkan para Chef-nya, baik dengan sengaja maupun tidak sengaja.
Di samping itu, terminolgi di dapur kebanyakan juga menggunakan Bahasa Perancis sebagai pengantar. Misalnya brunois (baca: brunoas, yang artinya potongan sayuran kotak-kotak kecil dengan ukuran 2 mm x 2 mm x 2 mm), Mire Poix (kumpulan sayur-mayur tertentu yang fungsinya sebagai aroma dalam pembuatan masakan), atau Bouquet Garny (kumpulan rempah-rempah yang diikat atau dibungkus dengan kain, untuk cita rasa).
Sebenarnya sih hidangan ala Perancis pun telah terpengaruh oleh negara dan bangsa lain. Pengaruh yang paling kental adalah dari Italia. Menurut sejarah, pada abad 15-16 seorang puteri bangsawan dari Florence, Itali, menikah dengan Raja Henri dari Perancis. Puteri inilah yang membawa serta memperkenalkan teknik memasak dari Italia ke Perancis. Di samping itu, kulinari Perancis pun ikut mendapat pengaruh dari negara-negara yang di taklukkannya.
Menurut Amy B Trubek, seorang mahasiswi dari Universitas Pensylvania Amerika Serikat dalam tesisnya untuk mendapat gelar Doktor. Perancis sudah mulai membuat serta menyebarkan buku dan teknik-teknik memasak sejak beberapa abad yang lalu. Maka dari itu tak heran jika pamornya di dunia kuliner pun sudah sangat kuat. Perancis juga melakukan pendokumentasian yang bagus. Selain itu yang paling penting adalah dukungan penuh dari Pemerintah Perancis.
Hingga kini, belum ada negara lain yang mampu menyaingi Perancis sebagai âkiblatâ nya kuliner di dunia. Dengan menguasai teknik pengolahan makanan Perancis, akan lebih mudah bagi seorang calon juru masak untuk mengolah hidangan dari negara lain.
China merupakan Perancis-nya Asia
Sekarang kita beralih dari Perancis. Karena kita berada di wilayah Asia, tahukan kamu salah satu Negara di Asia yang seperti Perancis? Yups, di Asia, China-lah jawaranya. Diakui oleh beberapa ahli dalam buku Professional Chef yang diterbitkan olah Culinary Institute of America (CIA), Cina merupakan satu-satunya negara yang variasi masakan dan makanannya bisa menyaingi Perancis. WaowâŚ..
Lho tapi, kenapa kok bukan China sih yang menjadi âkiblatâ masakan di dunia? Seperti yang telah kita ketahui Cina adalah merupakan negara yang mempunyai kebudayaan yang sangat tua. Tapi sayangnya kuliner Cina hanya berkembang di kalangan istana.
Bisa dibilang tidak keluar dari tembok-tembok istana di China. Dan, kalaupun kulinernya keluar dari area China pun, hanya sebatas makanan kelas bawahnya saja. Makanan kelas atas tetap hanya menjadi ârahasiaâ bagi para keluarga kerajaan dan bangsawan saja. Pokoknya China âsecretâ gitu kalau masalah makanan kelas atas.
Asia Tenggara pun mempunyai Perancis juga lho..
Untuk wilayah Asia Tenggara, pusat kuliner atau kiblat kuliner saat ini adalah Singapura. Sebuah negara kecil yang terletak tidak jauh dari negara kita kita tercinta Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena dukungan yang kuat dari pemerintah Singapura yang menyadari bahwa mereka tidak punya apa-apa untuk dijual, tapi mereka punya kemauan yang kuat untuk mengubahnya. Mereka pun menyadari minimnya Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diperkuatlah Sumber Daya Manusia (SDM) nya.
Dan tentu saja hal ini tidak bisa dilakukan hanya dalam semalam saja. Cukup waktu yang cukup lama pada prosesnya. Nah bagaimana dengan Indonesia? Walaupun masih tertinggal, namun pada saat ini pengembangan masakan dan makanan Indonesia cukup menggembirakan.
Apa lagi setelah salah satu Televisi swasta menayangkan acara Allez Cuisine, baru terbukalah mata orang awam bahwa Chef itu bisa menjadi sebuah profesi yang bisa dibilang menjanjikan. Terungkaplah kenyataan bahwa bekerja di dapur bukan monopoli wanita saja, seperti yang selama ini terjadi di sebagian besar dapur rumah tangga masyarakat.
Indonesia kini masih harus bekerja keras, dukungan pemerintah adalah mutlak. Masih banyak orang Indonesia yang bersikeras untuk mengejar gelar sarjana, baik itu S1, S2 hingga S3, pokoknya kalau belum sarjana itu belum manteb. Pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan masih dipandang sebelah mata, walaupun mulai beberapa tahun yang lalu Indonesia sudah banyak berubah.
Sebagai contohnya, peminat kulinari di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, sudah mulai ada peningkatan secara signifikan terhadap mata kuliah Pengolahan Makanan (Food Production). Dan, sekolah tinggi ini pun juga mempunya sebuah klub memasak yaitu TCC atau Trisakti Culinary Club yang para anggotanya adalah para mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang mempunyai minat di bidang Kulinari.
Di Yogyakarta pun kini jika kamu mulai berjalan-jalan memutari Jalan-jalan di kota Yogyakarta ini banyak yang menyajikan berbagai macam makanan. Dari makanan di era 90an sampai makanan modern pun ada di Yogyakarta.
Selain itu, jika kamu berkunjung ke tempat-tempat Wisata yang ada di Yogyakarta, tidak sedikit di sekitar tempat Wisata tersebut yang menyuguhkan aneka makanan khas dari daerah tersebut. Jangan salah men, selain kebudayaan, Yogyakarta pun terdiri dari sesuatu hal yang unik-unik, terutama dalam masalah makanannya.
Kiat Sukses Menjadi Chef Profesional
Untuk menjadi seorang Chef, ada banyak jalur yang dapat kamu tempuh. Pada jenjang sekolah tinggi, paling tidak, bisa melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan tata boga atau jurusan perhotelan. Untuk yang lebih tinggi lagi, kamu bisa bergabung dengan akademi-akademi perhotelan atau Sekolah Tinggi Pariwisata. Tentunya lulusannya tidak langsung serta merta mendapatkan gelar Chef, kecuali setelah lulus langsung membuka usaha restoran dan menjadi Chef-nya pada restoran tersebut.
Nah bagi kamu yang hobi atau pun suka memasak dan juga kamu yang baru belajar masak, berikut ini akan saya uraikan tentang kiat-kiat sukses agar menjadi Chef yang Profesional. Check this out.
I Made Witara, Executive Chef Yogyakarta Plaza Hotel atau akrab disapa Made kali ini ingin berbagi tips yang dapat dicoba bila kamu tertantang ingin menjadi seorang chef yang profesional. Selain itu saya juga menambahkan beberapa tips dari berbagai sumber. Apa saja sih tipsnya itu?
Terjun langsung ke lapangan
Untuk menjadi seorang chef yang hebat, hal yang perlu kamu lakukan adalah kamu perlu terjun memasak secara langsung ke lapangan bersama profesional lainnya. Kenyataan yang ada di lapangan dengan dunia sekolah ataupun kampus jauh sangat berbeda. Apabila kalau hanya belajar resep di buku, jangan berharap impian yang selama ini kamu idam-idamkan yaitu menjadi chef yang hebat akan tercapai.
Bergaullah dengan Para Chef Senior
Cara ini sudah dibuktikan oleh beberapa chef profesional dan hasilnya sangatlah berpengaruh positif terhadap keterampilan memasak mereka. Kamu akan memperoleh banyak ilmu baru dengan bergaul bersama para professional tersebut.
Jika kamu bergaul dengan mereka atau syukur-syukur bisa menjadi teman mereka, kamu juga dapat belajar teknik memasak dan resep baru yang belum pernah kamu peroleh sebelumnya. Kalau sama teman sendiri kan enak, tidak ada rasa canggung yang berlebihan walaupun teman kamu itu adalah seorang Chef Profesional.



Demikian juga William Chandra, sebagai lulusan terbaik sekolah tersebut, pria yang sempat menyelesaikan pendidikan di NHI Bandung itu memiliki kesempatan berkarier sebagai koki di The Ritz Carlton Millenia Singapura.
Menjadi seorang chef billy itu bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan jika kamu mampu untuk memiliki kemampuan dalam mendalaminya dengan baik. Menjadi seorang Chef Profesional juga akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri dalam diri kamu. Selain itu ada juga rasa bangga yang akan kamu rasakan nantinya karena kamu bisa menciptakan sebuah makanan yang lezat dan bisa dinikmati oleh banyak orang.
Pokoknya kamu akan mempunyai kebanggaan tersendiri deh. Saat ini, chef tidak hanya didominasi oleh wanita saja, namun ada juga kaum pria yang menjalani profesi yang satu ini. Kembali lagi kepada niat awal kamu, jika dalam hati kamu memang memiliki niat yang tulus untuk mendalami hal ini, maka tidak ada hal yang mustahil yang tidak bisa kamu capai.


Okay gys segitu dulu ya informasi dari aku … Selamat malam gysss :* semoga Bermanfaat yaaa .. byebyeeee
Selamat malam gys… Ketemu lagi nihhh sama akuu… Cie kalian pasti udah kangen kan sama aku?? Hehe aku tauu đ
Di blog kali ini aku bakalan cerita tentang informasi yang penting banget nih, apalagi untuk generasi milenial kayak kita ini .. stay tune gyss …
Kita masih punya optimisme jika generasi milenial diinvestasikan dalam suatu program yang terukur sehingga mampu mengubah tantangan pariwisata pada masa yang akan datang menjadi peluang usaha



Editorial, Vox NTT-Siap atau tidak, revolusi industri pariwisata 4.0 pasti akan tiba di NTT.Namun sebelumnya pernahkah Anda membayangkan ketika revolusi itu datang, touring guide digantikan guide berbasis aplikasi, penjual sovenir pariwisata digantikan toko online, pasukan kuning kebersihan digantikan tempat sampah pintar, layanan resepsionis perhotelan digantikan robot, robot pembersih lantai yang disediakan di tempat-tempat umum, layanan parkir valet menggunakan robot otonom yang menerbangkan mobil ke tempat parkir, dan lain-lain?Satu hal yang pasti bahwa ketika revolusi itu tiba, otomatisasi dari hulu ke hilir bisnis pariwisata yang dikenal padat karya akan habis dirambahnya.Fungsi guide akan diganti aplikasi di mana peta penuntun, narasi, sampai sovenir khas sebuah destinasi dapat diakses dan dibelanjakan dari ponsel pintar.Kita tidak perlu terkejut dengan fenomena ini karena di beberapa kota di Indonesia sudah mulai diterapkan.Aplikasi Siji AR misalnya, hadir sebagai pengganti tour guide untuk semua museum di Indonesia. Begitu pula Aplikasi Mobile Tourism Guide di Kota Malang dan Kota Batu.Di Bali, Aplikasi Bali Tour Guide sudah dikembangkan untuk perangkat android yang memberikan informasi mengenai objek-objek wisata di pulau Bali.Itu semua merupakan bentuk sentuhan revolusi industri 4.0 di bidang tour guide yang telah nyata hadir di depan mata kita.Di masa yang akan datang, kita juga bisa membayangkan mama-mama yang tergabung dalam kelompok tenun menjajakan barangnya di toko online. Cukup dengan memainkan jari tangan di ponsel pintar, uang keluar dan masuk ke rekening.Petugas kebersihan bakal digantikan robot-robot yang bekerja tanpa lelah siang dan malam, manajemen perhotelan digantikan sistem digital bahkan tempat kursus bahasa akan ditutup dan digantikan kursus online yang sekarang sedang marak dikembangkan.Hanya bermodal internet untuk mengakses aplikasi melalui komputer jinjing, komputer, atau telepon pintar kapan pun dan dimana pun, semua urusan dapat dibereskan tanpa menggunakan tenaga manusia.Nah, bagaimana dengan NTT? Melihat trend kunjungan wisatawan yang setiap tahun terus meningkat, NTT telah menjadi salah satu destinasi wisata yang diburu penduduk dunia.

Bahkan jika memakai analsis regresi berdasarkan kecendrungan data ini, pada tahun 2030 TN Komodo akan dikunjungi oleh 375.184 wisatawan.

Proyeksi ini hanyalah sebuah gambaran berdasaran trend pengunjung 4 tahun terakhir. Bisa jadi pengunjungnya bisa melampaui proyeksi ini jika promosi dan tata kelola pariwisata NTT semakin ditingkatkan.
Sementara data yang dirilis BPS NTT, dari tahun 2014-2017 sebanyak 291.753 wisatawan mancanegara. Sedangkan jumlah wisatawan domestik selama empat tauhn tersebut menembus 1.659.725 wisatawan.
Melihat data kunjungan ini, suatu hal yang pasti bahwa pelaku bisnis pariwisata mulai melirik NTT sebagai lahan investasi yang menjanjikan.
Saat ini, pemerintah bisa berdalih bahwa dengan masuknya investasi-investasi itu akan berpengaruh pada peningkatan lapangan pekerjaan. Dengan demikian, angka pengangguran NTT dapat ditekan.
Namun bagaimana jika revolusi industri 4.0 mulai merambah masuk ke sektor pariwisata NTT? Sudah siapkah kita menerima kenyataan itu di tengah berbagai kekurangan terutama infrastruktur sosial dasar yang belum terpenuhi?
Ataukah kita terpaksa menerima dengan sebuah risiko yang menyedihkan: menjadi penontonyang hanya mampu Namkakmenyaksikan surga di depan mata kita tapi tak mampu kita nikmati?
Pariwisata Berbasis Generasi Milenial
Sudah saatnya kita harus bangun dari tidur panjang. Sudah saatnya kata-kata bombastis dan janji-janji manis berhenti diucapkan sambil menyusun strategi persiapan.
Salah satu yang ditawarkan ialah dengan menginvestasikan generasi milenial NTT menuju revolusi industri pariwisata.
Perkembangan industri pariwisata model baru ini sangat erat kaitannya dengan generasi milenial. Mengapa? Sebab mereka sangat dekat bahkan lekat dengan perkembangan teknologi.
Sudah menjadi adagium klasik di tengah generasi milenial bahwa no internet-no life, no gadget-no exist.
Berbagai hasil survei pun telah menegaskan salah satu ciri khas kaum milenial adalah dekat dengan laju pekembangan teknologi.
Itu artinya masa depan pariwisata NTT tergantung dari persiapan kita saat ini. Kita masih punya optimisme jika generasi milenial diinvestasikan dalam suatu program yang terukur sehingga mampu mengubah tantangan pariwisata pada masa yang akan datang menjadi peluang usaha.
Maka dari itu, generasi milenial NTT harus segera diinvestasikan lewat berbagai pelatihan, pendidikan dan pendampingan yang mampu menjawabi kebutuhan pariwisata pada masa yang akan datang.
Selain memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK), Pemprop NTT sebagaimana dijanjikan Gubernur Viktor Laiskodat, harus segera mengirim anak muda NTT yang berbakat dalam bidang komputer, technopreneurship, industrial robotic design, mobile application and technology, bioinformatika, agroekoteknologi, manajemen pariwisata, desain komunikasi visual dan bidang-bidang pendukung revolusi industri 4.0 lainnya.

Thanks gysss udah mau setia di blog aku ini…. Tunggu yaa aku bakal update teruss ..
See u gysss bye byee :* ..
Cara membuat blog traveling, dengan menarik dan menghasilkan
selamat datang di blog pertamaku gys, disini aku mau ngasi tau kalian tentang gimana sih caranya kalian traveling tapi tetep bisa menghasilkan lhoo… stay tune yaaa ..
7 Tips Buat Konten Menarik untuk Blog Traveling
August 15, 2018 Marcella Digital Marketing
Blog traveling menjadi tren tersendiri bagi para traveler yang juga hobi menulis. Apakah Anda salah satunya? Tentu saja. Saat ada banyak blog traveling di Indonesia sehingga apabila Anda ingin menekuni profesi ini pastikan bahwa Anda tidak membuat konten secara asal agar pengunjung bersedia untuk membaca tulisan di dalam blog Anda. Ikuti tips membuat konten menarik untuk blog traveling di sini.
Tentukan target pembaca
Hal pertama yang harus diperhatikan ketika Anda memutuskan untuk mengelola sebuah blog traveling adalah siapa yang akan menjadi sasaran pembaca tulisan-tulisan Anda. Dengan begitu, tulisan Anda nantinya dapat menyesuaikan sasaran pembaca Anda. Jika mereka berada di usia muda antara 19-25 tahun Anda bisa menggunakan bahasa yang lebih santai dengan sapaan tertentu. Hal ini akan memudahkan pembaca mengenali blog traveling Anda di kemudian hari.
Ciptakan konsep tulisan
Setelah menentukan siapa yang menjadi target pembaca blog traveling Anda, kini saatnya untuk menciptakan konsep tulisan. Caranya, dengan menentukan konsep perjalanan itu sendiri, antara lain wisata alam, wisata mewah, atau bahkan wisata ala backpacker. Konsep tulisan ini akan membuat tulisan Anda tetap konsisten sehingga tidak membingungkan pengunjung blog tersebut.
Jangan terlalu panjang!
Tulisan tentang perjalanan Anda harus bisa
menyenangkan para pembaca. Untuk itu, tuliskan hal-hal yang bersifat informatif
saja. Jangan terlalu berlebihan dalam meluangkan kata-kata sehingga
menghasilkan tulisan blog traveling yang panjang dan tidak menarik untuk
dibaca. Setidaknya Anda bisa menulis sebanyak 500 â 700 kata per posting.
Tambahkan gambar di setiap tulisan agar tidak terlihat monoton dan membosankan.
Utamakan listing
Membaca tulisan di dalam sebuah blog berbeda dengan ketika Anda membaca sebuah buku. Agar konten lebih menarik untuk dibaca, sebaiknya buat tulisan dalam bentuk listing daripada sekadar tulisan panjang dalam beberapa paragraf. Anda dapat membuat poin-poin untuk kemudian dipaparkan dalam sebuah paragraf singkat, maksimal 5 baris. Cara penulisan yang demikian juga akan menghemat waktu pengunjung untuk membaca tulisan blog Anda.
Baca juga: SMS Marketing: Strategi Pemasaran untuk Membangun Brand Bisnis Anda
Tambahkan detail informasi secara lengkap
Tulisan blog traveling yang baik adalah yang dapat membantu para pembaca untuk menemukan informasi yang mereka butuhkan tentang sebuah destinasi wisata. Jadi, sangat penting untuk menulis hal-hal yang bermanfaat, seperti mencantumkan harga, jam buka, fasilitas yang tersedia serta akses menuju lokasi wisata tersebut. Semakin detail informasi yang diberikan, maka pembaca pun merasa terbantukan dengan adanya tulisan blog Anda.
Aktifkan kolom komentar
Blog traveling yang baik adalah yang bisa membangun interaksi pembaca. Jangan lupa untuk mengaktifkan kolom komentar di setiap tulisan yang Anda post. Mintalah pendapat mereka atas tulisan-tulisan Anda. Saran dan kritik yang diberikan tentu akan membawa dampak positif untuk tulisan Anda selanjutnya. Membangun hubungan yang baik juga dapat meningkatkan loyalitas pengunjung terhadap blog Anda.
Bagikan melalui media sosial
Jika Anda masih berada di tahapan awal pembuatan blog traveling, otomatis belum banyak yang tahu apapun tentang blog tersebut. Nah, cara terbaik untuk memperkenalkan blog Anda kepada calon pembaca adalah dengan membagikan posting-an tersebut melalui platform media lainnya. Baik Facebook, Twitter, atau Instagram sekalipun, sehingga teman-teman dan kerabat tahu Anda punya tulisan blog yang layak untuk dibaca.
Bagaimana menulis untuk blog traveling tidaklah sulit, bukan? Anda bisa mempertahankan kunjungan pembaca dengan rutin mem-posting tulisan setidaknya sekali dalam satu minggu. Tunggu apalagi? Pengalaman traveling Anda akan lebih berarti ketika dibaca oleh orang banyak.
Sekian dulu ya gys blog kali ini, kalau ada salah mohon dimaafkan..
See u on my next blog gys .. bye bye
Sumber : https://www.progresstech.co.id/blog/blog-traveling/
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
Youâre going to publish a post today. Donât worry about how your blog looks. Donât worry if you havenât given it a name yet, or youâre feeling overwhelmed. Just click the âNew Postâ button, and tell us why youâre here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
Youâre not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another â but itâs good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Canât think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a âcrappy first draftâ. Anne makes a great point â just start writing, and worry about editing it later.
When youâre ready to publish, give your post three to five tags that describe your blogâs focus â writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is âzerotohero,â so other new bloggers can find you, too.